Tuesday, 29 March 2016

86' Ndan...!!!




                              
Memang, Menjadi karyawan sebuah perusahaan TV itu asik, enak - enak gak enak. Orang melihat, karyawan TV itu sepertinya sejahtera secara finansial. Gajinya gede, walaaah, wis jangan bahas itu-lah, ngamong liane ae, kata orang spanyol 'saru' alias 'pamali', gak ilok jare mbah buyut.

Terlepas dari masalah gaji, yang jelas menjadi karyawan TV itu mengasikkan. Bisa ketemu selebritis dan polibritis yang biasa muncul di layar kaca secara langsung. Dan dengan alasan liputan atau shooting Bisa dengan mudah masuk ke tempat wisata mana saja, gratis. Apalagi kalau liputan atau shooting acara yang melibatkan Pemda, pemkot serta dinas - dinas di pemerintahan, pasti gak nolak jika dijadwalkan bertugas. Bahkan yang tidak berkepentinganpun hadir dengan harapan kecipratan angpao ''Tipis -tipis''. Sudah menjadi rahasia umum karyawan TV, program ''basah'' selalu jadi incaran para crew. Terkadang cara licikpun dilancarkan demi sebuah amplop hehe...

Keenakannya tidak hanya itu saja. Di jalan raya, karyawan TV kerap mendapat perlakuan khusus dari pak kepolisian. Id card atau kartu identitas karyawan TV memang lumayan ampuh untuk menghadapi razia dan sanksi tilang. Salah satu contoh, (Jangan ditiru) kejadiannya ketika perjalanan pulang shooting acara di Jember, karena buru - buru, sopir mobil pregio yang saya tumpangi bersama crew sengaja melanggar marka jalan, akibatnya, laju mobil kami dihentikan polantas di sekitar kota Pasuruan. Dengan menunjukkan id card media TV dan alasan buru-buru akan shooting, kita dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanan. Seandainya bukan karyawan TV, akan lain ceritanya.

Perlakuan khusus polisi terhadap awak media juga berlaku di Samsat. Pada saat pengurusan SIM, dengan melampirkan foto copy id card media, proses pengurusan SIM akan berjalan cepat dan mudah.

Mungkin, perlakuan khusus yang diberikan kepolisian pada pekerja media merupakan suatu upaya pihak kepolisian agar terjalin keharmonisan antara polisi dan pekerja media. Karena pekerja media dan polisi adalah mitra kerja, dan berharap awak media tidak membuat berita yang negatif terhadap institusi kepolisian.

Pengalaman saya seputar jalanan yang ini juga tak kalah menarik. Sepulang kerja, di tengah perjalan di Mojokerto sedang digelar razia, karena kaca spion motor saya cuma 1 (jangan ditiru) saya pun dapat teguran tanpa tilang dari polisi lalu lintas . ''tolong yo mas sesok spion'e dipasang 2.....mosok rek kerjo nang media gak ngeke'i contoh sing apik gae masyarakat....?'', Tegur polisi sambil senyum - senyum.
Bukan sekedar teguran, ini merupakan sebuah sentilan bagi kita sebagai pekerja media untuk menjadi pelopor disiplin dijalan. Jadikan perlakuan khusus dari pak polisi sebagai bonus tanpa mengesampingkan kedisiplinan. gak sak karepe dewe.

Saya jadi teringat cak Tohir yang selalu menutup program bal2an sampe' sempel-nya dengan kata - kata yang bijak, ''ojok lali rek, lek sepeda montoran, gawe'o helm yo....!!!''.
Siaaap....!!!, 86 ndan....!!!.

Salam GMT
Dian Al Akbar

No comments: